Banyak hal yang sudah kulalui dan itu semua tidak mudah. Dimulai dari ketakutan besar 2 tahun lalu hingga penyelesaiannya (mudah2an benar-benar selesai) akhir Desember 2015, ini sungguh menguras emosi dan melatih kedewasaan. Aku percaya setiap orang memiliki masalahnya sendiri dalam hidup, entah kamu menganggapnya sebagai cobaan, ujian, atau azab tapi percayalah tak ada yang abadi semua pasti akan berlalu. Dan aku bersyukur masalah 'besar'-ku itu sudah berakhir, aku semakin bersyukur karena aku tidak kehilangan apapun yang berharga setelah itu (mungkin sedikit harga diri didepan beberapa orang tapi itu wajarlah).
Meskipun masalah yang tadi sudah berakhir ternyata masih ada masalah lain yang datang dan ini lebih 'menarik lagi'. Aku sadar aku telah banyak berubah dari yang dulunya gadis manja, jutek, berantakan sekarang aku lebih kalem, rapi, dan (terlalu) terorganisir pun aku juga merasa aku semakin mengalami masalah less consentration, easy to be distracted, dan kebanyakan memikirkan hal yang tidak penting. Aku merasa beberapa poin 'unggul' dalam diriku mulai menghilang seiring dengan bertambah dewasa. Tapi mau bagaimana lagi masalah yang kuhadapi membuatku harus mengubah pola pikirku seperti ketika kamu sedang menyukai beberapa hal tapi hanya satu yang boleh menjadi prioritas sedangkan yang lainnya harus bersedia untuk ditinggalkan, seperti itulah sekarang perasaanku, cant grab everything in my hands. Harus ada yang aku buang agar hidup tetap berjalan seperti seharusnya, memang sih kamu gak bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan tapi rasanya dulu pilihan-pilhan dalam hidup tak serumit sekarang ini.
Dan sekarang aku adalah perempuan yang selalu kebingungan memutuskan, meskipun kelihatannya aku bisa melakukan semuanya dan mandiri ada saat dimana aku butuh bertanya, hanya bertanya tanpa perlu jawaban sekedar untuk mengkonfirmasi diri apakah ini yang kamu inginkan atau tidak. Tadinya karena kebingungan ini aku jadi tidak ingin punya banyak cita-cita, dikarenakan masalah yang sebelumnya aku hanya ingin berfokus pada keluarga dan orang tua saja, tapi ternyata pikiranku terbuka (lagi) dan mengarah pada satu pengharapan. Mungkin juga dikarenakan jurusan yang kuambil ini aku jadi merasa tidak puas kalau setelah lulus nanti hanya melakukan apa yang seperti rencanaku sebelumnya, untuk pertama kali aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lebih dan sekali lagi tanpa dorongan dan bujukan dari pihak lain (dasar jombs) aku ingin mendalami ilmu ini lebih dari yang kupikirkan sebelumnya, membuat sesuatu yang keren dengan ilmu yg keren ini, aku ingin pergi keluar negeri dan melihat yang tidak pernah kulihat serta merasakan apa yang tidak pernah kurasa sebelumnya, aku ingin sekolah di Inggris (dan ketemu abang-abang One Direction, lol), aku ingin pergi yang jauuhhhhhh sekali sampai aku tidak lagi kangen rumah.
Dan inilah masalahnya, cita-citaku yang terbaru ini sangat bertentangan dengan visi hidup sebelumnya untuk tetap berada disisi orang tua dan membahagiakan mereka, lalu aku mulai berpikir bagaimana dengan orang tuaku, bagaimana dengan adikku yang tak bisa hidup tanpaku, (lol) dan bagaimana nasib jodohku (double lol). Meskipun belum genap 20 tahun aku harus mulai memikirkannya sekarang. Hmmm, menjadi dewasa memang menyebalkan. Dan aku harus melepaskan sesuatu untuk meraih sesuatu yg lebih baik. Seperti monyet yang berayun dari satu dahan kedahan lain untuk mencapai pohon pisang, pastikan kamu tidak salah menggenggam atau kamu akan terjatuh dan tak bisa bangkit lagi ~

No comments:
Post a Comment